Cari Blog Ini

Rabu, 16 Maret 2011

Contoh Pusi

KERAWANG BEKASI
Karya : Chairil Anwar

Kami yang kini terbaring antara kerawang bekasi
Tidak bisa teriak “merdeka” dan angkat senjata lagi.

Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
Terbayang kami maju dan berdegap hati?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang,kenanglah kami.

Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai belum apa-apa

Kami sudah beri kami punya jiwa
Kerja belum selesai,belum bias memperhitungkan arti
4-5 ribu jiwa
Kami Cuma tulang-tulang berserakan.
Tapi adalah kepunyaanmu
Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan

Atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bias berkata
Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening dimalam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang,kenaglah kami
Teruskan,teruskan jiwa kami
Menjaga,Bung Karno
Menjaga Bung Hatta
Menjaga Bung Syahrir

Kami sekarang mayat
Berilah kami arti
Berjagalah terus digaris batas pernyataan dan impian
Kenang,kenaglah kami
Yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara kerawang bekasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Label

Entri Populer

Laman Baru